Minggu, Juni 07, 2009

Hujan

Diluar hujan lebat, aku jadi ingat dengan kata-kata ustadz sewaktu wirid dimasjid “hujan itu adalah rahmat dari Allah”. Aku pikir ini memang benar hujan itu rahmat, malam ini suhu menjadi sejuk dengan hujan yang lebat, sangat kontras dengan suasana tadi siang yang cuaca panas menyengat. Ketika ikut seminar tadi bajuku sampai basah oleh keringat karena cuaca panas yang menyengat. Disamping itu rumput dan pepohonan yang menguning jadi segar kembali karena telah disirami oleh air hujan, begitu juga dengan debu-debu dijalanan menjadi hilang karena disiram air hujan.

Namun, hujan juga bisa mendatangkan bencana bagi makhluk ciptaan Allah, seperti banjir. Misalnya saja dikota Padang ini jika hujan turun selama lebih dari 1 hari bisa mendatangkan banjir. Ini dikarenakan selokan kurang berfungsi dengan baik. Seharusnya selokan ini berfungsi sebagai tempat pengaliran air namun realitanya selokan banyak yang berfungsi ganda sebagai tempat pembuangan sampah. Sehingga bila terjadi hujan lebat, selokan tidak bisa menampung curahan air hujan, dikarenakan sampah yang menumpuk didalam selokan. Hal ini membuat selokan jadi mampet dan air tidak dapat mengalir dengan lancar, sehingga air menjadi tergenang.

Genang air lama kelamaan akan bertambah jika hujan tidak reda, dan selokan tidak mampu lagi menampung air sehingga air diselokan meluap. Sifat air, air akan mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah. Luapan air dari selokan ini akan mencari tempat-tempat yang rendah sebagai tempat penampungan, seperti jalan, pemukiman penduduk, dll. Genangan inilah yang membuat banjir.

Kamis, Mei 07, 2009

Mentari Pagi

Matahari pagi malu-malu memancarkan sinarnya, cahayanya menyusup melalui jendela menerangi ruangan tempat tinggal ku. Masih terlihat jelas sisa-sisa hujan semalam disekitar tempat tinggal ku. Ini terlihat dari genangan air di depan, disudut selatan dan utara rumah ku. Serta tetesan air di dedaunan pohon jambu, mangga dan bunga-bunga yang tumbuh ditaman, merupakan bukti turunnya hujan semalam.

Saat ini aku tengah berdiri dibalkon menikmati hangatnya sinar mentari pagi. Tak terasa sudah 30 menit lamanya aku berdiri disini, sekarang sudah menunjukan pukul 7:02 am. Sinar mentari mampu menghangatkan tubuhku yang kedinginan sehabis mandi. Aku masih malas meninggalkan balkon, betah berlama-lama berdiri disini. Kalaulah tidak ingat dengan aktifitas yang harus dikerjakan mungkin aku tidak akan beranjak dari tempat aku berdiri.

*****

Sabtu, April 18, 2009

Nuansa Langit di Pagi Hari




Pagi-pagi, saat saya membaca buku dikamar, kak Siska teman satu kost datang kekamar. Beliau mengajak saya duduk dibalkon, melihat awan yang unik, berbentuk paha ayam goreng.

Kamis, April 16, 2009

Pengalaman Pulang Kampung

Seminggu lamanya aku berada di kampung, segudang pengalaman yang aku dapatkan. Rasanya ingin mempostkan tulisan ke blog, menceritakan dan berbagi pengalaman seru, tapi sayang di kampung ku belum ada jaringan internet. Online hanya bisa melalu GPRS. berselancar melalu GPRS tak terlalu mengasikan karena loading yang lamban.

Selasa, Maret 31, 2009

Andaikan Doraemon & Mesin Waktu Benar-Benar Nyata

Siapa yang tak kenal dengan Doraemon ? Hampir semua sahabat-sahabatku di Alamanda menjadi penggemar tokoh kartun Jepang yang satu ini. Doraemon, si robot kucing dengan kantong ajaib yang bisa mengeluarkan benda-benda aneh nan canggih tuk membantu Nobita, telah memberi inspirasi kepada ku untuk menulis ini. Diiringi oleh instrument Crystal-Toshikazu, ingatan ku melayang melintas ruang dan waktu, menuju ke masa lalu, mengenang masa-masa kecil ku, saat masih tinggal "dibawah lindungan" Ayah-Bunda ku…

Aku jadi ingat dengan Doraemon si robot kucing, salah satu tokoh kartun kegemaran ku. Andaikan Doraemon benar-benar nyata, akan aku pinta padanya untuk mengeluarkan mesin waktu. Aku akan kembali ke waktu 5 tahun yang lalu, dimana waktu itu ayahku masih hidup. Aku hanya ingin menyampaikan satu hal kepada beliau, “Ayah, aku mencintai mu…terima kasih ayah, engkau telah merawat dan membesarkan aku dengan sangat baik”. Satu kalimat yang tak pernah terucapkan dari bibir ku untuk ayah semasa hidupnya.

Ayah, engkau telah menjadikan aku begitu istimewa, di rumah mu aku begitu spesial. Aku heran, kenapa bisa seperti ini ? Aku pikir, tak ada yang spesial dari ku, hampir tak ada prestasi yang membanggakan yang aku persembahkan untuk mu ayah. Seingat ku prestasi terakhir yang aku persembahkan untuk mu, yaitu saat aku diterima kuliah di dua Universitas yang cukup bergengsi di pulau Sumatera. Bagi ku ini prestasi yang biasa-biasa saja, bukanlah prestasi yang hebat. Tapi aku melihat ada senyum bahagia dan bangga dibibir mu.

Karena aku lulus di dua Universitas, muncul masalah baru, bimbang menentukan kuliah di Universitas mana ? Aku harus memilih untuk kuliah di fakultas ekonomi atau fakultas ilmu-ilmu sosial ? Saat itu aku lebih memilih untuk kuliah di fakultas ekonomi sesuai dengan minat ku, menjadi wanita karir. Tapi engkau menginginkan aku untuk menjadi guru yang mendidik orang dari tak tau menjadi tau, aku urung mendaftar kuliah di fakultas ekonomi karena tak ingin mengecewakan mu ayah. Akhirnya aku mendaftar di fakultas ilmu-ilmu sosial yang konsentrasi terhadap pendidikan, mencetak tenaga guru. Tapi berat bagi ku untuk menjalani kuliah yang tak sesuai dengan minat ku. Dalam mindset ku, tanggungjawab guru sangatlah berat, beda dengan profesi lain, tak sebanding antara tanggungjawab dengan penghasilan yang didapatkan.

Astaghfirullah, saat itu pikiran ku terlalu picik. Hanya mengukur materi, yang merupakan kebahagiaan sesaat. Tak pernah terpikirkan oleh ku bahwa guru sangat kaya, guru terus memberi tanpa kekurangan. Sekarang aku menyesal baru tersadar. Aku juga telah mengecewakan mu ayah, maafkanlah aku…

Ayah, maafkanlah putri mu yang tak sempat bahagiakan mu…
Ya Robbi, aku mohon pada Mu, ampunilah segala dosanya. Ya Robbi, ku pinta pada Mu jadikanlah ia ahli syurga mu. Ya Robbi, izinkanlah kami tuk berkumpul kembali, bahagia selalu di syurga Mu…

Ayah, aku mencintai mu… Terima kasih untuk air mata, kesabaran dan cinta tulus yang telah engkau curahkan pada ku. Ayah, engkau pahlawan ku, yang tak pernah berbalas waktu… Ayah, walaupun jasad mu telah lapuk dimakan waktu, namun engkau terus hidup didalam sanubari dan ingatan ku. Kenangan bersama mu kan tetap menjadi kisah hidup ku.

Putri mu, yang selalu merindukan mu…

Kamis, Maret 26, 2009

Jadwal Rihlah Alamanda yang Di Tunda

Menurut perencanaan, hari ini Wisma Alamanda akan mengadakan Rihlah Gabungan, namun batal. Dengan berbagai macam pertimbangan Acara Rihlah Gabungan ditunda sampai 19 April 2009. Salah satu alasan ditundanya acara rihlah gabungan ini, karena persiapan panitia dan tempat yang belum clear.

Bagi Alumni Alamanda bisa ikutan Rihlah Gabungan yang diadakan pada 19 April 2009

Sabtu, Maret 21, 2009

Masa Taaruf Alamanda (MASTAMA) "Bangkitlah Wismaku Harapan Itu Masih Ada"... bagian 1


Sabtu (21/03) pukul 16:30 rangkaian acara puncak MASTAMA Periode 89 dibuka secara resmi oleh Naqibah Alamanda Dua, dengan tema “Bangkitlah Wismaku Harapan Itu Masih Ada”. Mars MASTAMA kali ini terinspirasi dari nasyid Bangkitlah-Shautul Harakah, “Bangkitlah wismaku harapan itu masih ada, Berjuanglah akhwatku jalan itu masih terbentang”. Harapan kami, semua anggota wisma ini bisa untuk terus melanjutkan perjuangan da’wah islam kedepan.

MASTAMA, yaitu akronim dari Masa Taaruf Alamanda, ini merupakan ajang taaruf bagi anggota baru dan ajang silaturrahim antara sesama anggota Wisma Alamanda Satu, Dua dan Tiga. Rangkaian acara ini dimulai dari taaruf anggota baru dengan anggota lama, berupa pengumpulan biodata dan tanda tangan anggota wisma lama oleh anggota wisma baru, minimal sebanyak 60 orang dalam waktu 1 bulan. Acara ini merupakan sejarah baru dalam sejarah perjalanan Wisma Alamanda ke depan.

Rangkaian acara puncak MASTAMA diawali dengan penyampaian materi kewismaan oleh Ustadzah Desi Asriani. Pemateri merupakan tim trainer LPPM-SB. Sebelum materi dimulai terlebih dahulu diadakan stimulasi yang intinya memaparkan tentang masalah-masalah atau kendala-kendala yang ditemukan selama tinggal di wisma. Masing-masing anggota wisma diminta untuk menuliskan sebanyak 3 masalah yang ditemukan dalam wisma. Dari tulisan yang dipaparkan ternyata banyak yang mengeluhkan permasalahan akhlak yang kurang baik, ibadah yang menurun dan ukhuwah yang hanya dibibir saja. Astaghfirullah, benarkah di wisma ini terjadi penurunan kwalitas ? Lalu bagaimana dengan visi wisma “Mewujudkan kepribadian muslimah yang islami" ? Masih adakah itu ? Bangkitlah wismaku harapan itu masih ada, Berjuanglah akhwatku jalan itu masih terbentang, Allahuakbar !!!

Acara selanjutnya break sholat Magrib berjamaah, makan malam bersama dan sholat Isya berjamaah. Acara dilanjutkan ba’da Isya, pementasan kreatifitas angota baru, berupa nasyid dan drama, yang dinilai oleh Juri dari Alumni Alamanda. Untuk pementasan kreativitas anggota baru dibagi dalam empat kelompok, yaitu kelompok Wahidah, PKS (Pa Kabar Sobat), Wonder Woman dan terakhir kelompok Mujahidah.

Tak disangka ternyata pementasan kreatifitas anggota baru wisma sangat menghibur dan begitu kreatif. Seperti kelompok Wahidah yang mementaskan drama tentang “problematika wisma”. Mengisahkan proses penyesuaian diri anggota baru selama tinggal dilingkungan wisma yang memiliki peraturan super ketat, yakni peraturan mengenai larangan pacaran, larangan memakai dan menonton TV di lingkungan wisma, menerima telfon, hp dan sms dari non-muhrim yang dibatasai dari pukul 05:30-21:00, dll.

Bentuk kreatifitas akhwat yang lain, yaitu pementasan randai—kesenian tradisional Minangkabau yang dipadu dengan drama. Serta adanya nasyid rubahan lirik Teman Sejati-Brothers:

Salamo iko kami cari-cari
Rumah nan sarugo
Batingkek tigo murah bayianyo

Ba sobok kini Alamanda Tigo
Rancak rumahnyo
Ramah akhwatnyo

Iyo hati sanang…
Ibadah tanang…
Oh…sabana manang…
Alhamdulillah...


Pementasan kreatifitas anggota baru wisma berakhir pada pukul 22:00. Sebelum acara ditutup ada request dari anggota baru, yaitu penampilan kreatifitas dari anggota lama. Menanggapi permintaan ini, anggota lama hanya menampilkan nasyid dan puisi dadakan, yaitu nasyid Untukmu Teman-Brothers, Doa Perpisahan-Brothers, Indahnya Ukhuwah & Harapan-Andalusia serta Ukhuwah-Suara Persaudaraan. Rangkaian acara puncak MASTAMA selesai pukul 22:30, masih ada satu rangkaian acara terakhir yaitu Rihlah Gabungan Alamanda yang akan dilaksanakan pada 26 Maret 2009. Dalam rihlah gabungan ini akan diumumkan pemenangan lomba pementasan kreatifitas dan pengukuhan Mujahidah Alamanda Periode 89.