Mencoba untuk menuangkan pikiran yang melintas dibenak... Entahlah, tiba-tiba pikiran 'Satu Hari Terakhir' ini datang 'menggoda'. Yuk, mari kita berandai-andai. Sejenak bermain-main dengan imajinasi....
Ada dua pikiranku mengenai satu hari terakhir.....
1. Alamanda Satu Hari Terakhir
Bagiku, berada di sini merupakan salah satu anugrah terindah yang aku nikmati. Bahagia bisa bersahabat dan bersaudara dengan orang-orang yang luar biasa. Berada di antara kumpulan orang-orang yang ber-keterbatasan dan ber-kelebihan. Tentu aku pun juga memiliki kelebihan dan keterbatasan diri. Namun satu hal yang membuat aku takjub, ketulusan yang mereka beri. Mereka turut bahagia dan mendorong segala kelebihan yang aku miliki tanpa terbesit iri dan menutupi keterbatasanku dengan kelebihan mereka dengan rela. Mereka hadirkan keseimbangan dalam hidupku, terkadang jadi pemberat agar aku tak melayang dalam bergerak cepat dan terkadang meringankan saat aku tertatih-tatih dalam menapaki langkah. Mungkin itulah perjalanan hidup, ada kala menurun dan ada kala jalannya menanjak.
Flash-back.....saat menapaki langkah pertama di sini....menyusuri koridor yang berfungsi ganda sebagai mushola, hawa sejuk dan tenangnya perlahan-lahan menyusup-menyusuri relung hati. Plus sapaan makhluk 'aneh' yang ramah lengkap dengan senyum hangatnya, mencairkan persepsi yang tanpa sadar telah mengkristal bak gunung es di kutub utara....
Yah...perlahan namun pasti, aku terkesan !!!
Lengkap dengan 'bonus' pemandangan alam yang disaksikan dari balkon, mengingatkan aku dengan roman-roman angkatan balai pustaka yang mendeskripsikan tentang kota Padang--yang dikelilingi oleh benteng alam bukit barisan serta hamparan Samudra Hindia yang luas membentang. Satu kesan yang senantiasa membekas di hati... sulit untuk pergi...karena aku telah jatuh hati di sini.
Mengenang kembali bagaimana aku bisa betah tinggal serumah dengan makhluk-makhluk 'aneh' ini... Kalau ketemu lawan jenis di jalan, jalannya nunduk-nunduk, andaikan di depan ada tiang listrik bisa nabrak [upss...tapi ini fakta ^_^]. Hufft...amat beda dengan aku, yang dulu terbiasa berinteraksi dengan laki-laki [habis saudara-saudara kandungku tak ada yang perempuan].... Jawabannya.... ada dua hal penting yang aku dapatkan di sini, rasa aman dan nyaman.
Kecenderungan hati yang mencari aman dan mendambakan kenyamanan...
Tak terbayangkan suatu hari nanti aku akan menapaki langkah kembali, perlahan-lahan menjauh dari sini. Bayangan itu merupakan keniscayaan, karena hidup merupakan perjalanan panjang mengumpulkan bekal untuk menuju keabadian [Jannah].
Namun aku pergi bukan dengan hati yang 'kosong' seperti pertama kali menyusuri koridor. Aku pergi dengan berjuta kenangan indah di hati...yang mungkin bakalan menjadi True Story-ku. Mungkin kelak akan menjadi kisah kerinduan, seperti pertama kali aku merindukan rumah orang tuaku ketika aku harus 'bermain di luar', yang kata ayah-bundaku semuanya ini harus aku lalui demi masa depanku kelak yang lebih indah.
Entahlah...andaikan ini satu hari terakhir di Alamanda, aku ingin mengelilingi tiap pojok serinci-rincinya tanpa ada yang terlewati demi mempertajam warna lukisan di hati. Dan tentu aku akan menghabiskan waktuku untuk bercengkerama bersama mereka....yang entah di waktu kapan bisa berjumpa kembali. Mengucapkan sebait kata, 'Semoga ALLAH meridhoi reunian kita kelak di Jannah-NYA....dan....ketahuilah aku ingin kelak kita kembali bertetangga di Syurga bersama Rasulullah SAW yang mulia'. Semoga ALLAH memperkenankan cita-cita kita, aamiin.
2. Satu Hari Terakhir di Dunia
Kira-kira apa yang akan kita lakukan..... andaikan datang pesan yang mengingatkan kita, 'waktumu untuk hidup tinggal satu hari lagi'. Panik kah ??? buru-buru untuk beribadah, berdo'a memohon ampunan atau kita tetap bersantai menikmati hari seolah-olah kita akan hidup seribu tahun lagi....RENUNGKANLAH !
*****
Note:
Dalam Selimut Malam: Sekedar coretan tak telalu penting dari sesosok insan yang tengah belajar tuk MANDIRI ^_^
Sebuah tempat bersejarah dalam perjalanan hidupku. Di sini aku menemukan jawaban pertanyaan untuk diriku, tentang siapakah aku ?
Tampilkan postingan dengan label Alamanda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alamanda. Tampilkan semua postingan
Jumat, April 22, 2011
Kamis, Maret 26, 2009
Jadwal Rihlah Alamanda yang Di Tunda
Menurut perencanaan, hari ini Wisma Alamanda akan mengadakan Rihlah Gabungan, namun batal. Dengan berbagai macam pertimbangan Acara Rihlah Gabungan ditunda sampai 19 April 2009. Salah satu alasan ditundanya acara rihlah gabungan ini, karena persiapan panitia dan tempat yang belum clear.
Bagi Alumni Alamanda bisa ikutan Rihlah Gabungan yang diadakan pada 19 April 2009
Bagi Alumni Alamanda bisa ikutan Rihlah Gabungan yang diadakan pada 19 April 2009
Sabtu, Maret 21, 2009
Masa Taaruf Alamanda (MASTAMA) "Bangkitlah Wismaku Harapan Itu Masih Ada"... bagian 1
Sabtu (21/03) pukul 16:30 rangkaian acara puncak MASTAMA Periode 89 dibuka secara resmi oleh Naqibah Alamanda Dua, dengan tema “Bangkitlah Wismaku Harapan Itu Masih Ada”. Mars MASTAMA kali ini terinspirasi dari nasyid Bangkitlah-Shautul Harakah, “Bangkitlah wismaku harapan itu masih ada, Berjuanglah akhwatku jalan itu masih terbentang”. Harapan kami, semua anggota wisma ini bisa untuk terus melanjutkan perjuangan da’wah islam kedepan.
MASTAMA, yaitu akronim dari Masa Taaruf Alamanda, ini merupakan ajang taaruf bagi anggota baru dan ajang silaturrahim antara sesama anggota Wisma Alamanda Satu, Dua dan Tiga. Rangkaian acara ini dimulai dari taaruf anggota baru dengan anggota lama, berupa pengumpulan biodata dan tanda tangan anggota wisma lama oleh anggota wisma baru, minimal sebanyak 60 orang dalam waktu 1 bulan. Acara ini merupakan sejarah baru dalam sejarah perjalanan Wisma Alamanda ke depan.
Rangkaian acara puncak MASTAMA diawali dengan penyampaian materi kewismaan oleh Ustadzah Desi Asriani. Pemateri merupakan tim trainer LPPM-SB. Sebelum materi dimulai terlebih dahulu diadakan stimulasi yang intinya memaparkan tentang masalah-masalah atau kendala-kendala yang ditemukan selama tinggal di wisma. Masing-masing anggota wisma diminta untuk menuliskan sebanyak 3 masalah yang ditemukan dalam wisma. Dari tulisan yang dipaparkan ternyata banyak yang mengeluhkan permasalahan akhlak yang kurang baik, ibadah yang menurun dan ukhuwah yang hanya dibibir saja. Astaghfirullah, benarkah di wisma ini terjadi penurunan kwalitas ? Lalu bagaimana dengan visi wisma “Mewujudkan kepribadian muslimah yang islami" ? Masih adakah itu ? Bangkitlah wismaku harapan itu masih ada, Berjuanglah akhwatku jalan itu masih terbentang, Allahuakbar !!!
Acara selanjutnya break sholat Magrib berjamaah, makan malam bersama dan sholat Isya berjamaah. Acara dilanjutkan ba’da Isya, pementasan kreatifitas angota baru, berupa nasyid dan drama, yang dinilai oleh Juri dari Alumni Alamanda. Untuk pementasan kreativitas anggota baru dibagi dalam empat kelompok, yaitu kelompok Wahidah, PKS (Pa Kabar Sobat), Wonder Woman dan terakhir kelompok Mujahidah.
Tak disangka ternyata pementasan kreatifitas anggota baru wisma sangat menghibur dan begitu kreatif. Seperti kelompok Wahidah yang mementaskan drama tentang “problematika wisma”. Mengisahkan proses penyesuaian diri anggota baru selama tinggal dilingkungan wisma yang memiliki peraturan super ketat, yakni peraturan mengenai larangan pacaran, larangan memakai dan menonton TV di lingkungan wisma, menerima telfon, hp dan sms dari non-muhrim yang dibatasai dari pukul 05:30-21:00, dll.
Bentuk kreatifitas akhwat yang lain, yaitu pementasan randai—kesenian tradisional Minangkabau yang dipadu dengan drama. Serta adanya nasyid rubahan lirik Teman Sejati-Brothers:
Salamo iko kami cari-cari
Rumah nan sarugo
Batingkek tigo murah bayianyo
Ba sobok kini Alamanda Tigo
Rancak rumahnyo
Ramah akhwatnyo
Iyo hati sanang…
Ibadah tanang…
Oh…sabana manang…
Alhamdulillah...
Pementasan kreatifitas anggota baru wisma berakhir pada pukul 22:00. Sebelum acara ditutup ada request dari anggota baru, yaitu penampilan kreatifitas dari anggota lama. Menanggapi permintaan ini, anggota lama hanya menampilkan nasyid dan puisi dadakan, yaitu nasyid Untukmu Teman-Brothers, Doa Perpisahan-Brothers, Indahnya Ukhuwah & Harapan-Andalusia serta Ukhuwah-Suara Persaudaraan. Rangkaian acara puncak MASTAMA selesai pukul 22:30, masih ada satu rangkaian acara terakhir yaitu Rihlah Gabungan Alamanda yang akan dilaksanakan pada 26 Maret 2009. Dalam rihlah gabungan ini akan diumumkan pemenangan lomba pementasan kreatifitas dan pengukuhan Mujahidah Alamanda Periode 89.
Kamis, Desember 25, 2008
Sekilas Tentang Alamanda



Alamanda, merupakan nama pemondokan pelajar dan mahasiswa putri dikota Padang, yang berbentuk kost-kostan dengan sistem asrama. Nama Alamanda diambil dari nama bunga Alamanda yang merupakan famili dari Apocynaceae. Bunga Alamanda ditanam sebagai penghias pagar atau penghias jalan masuk, karena bunga ini tumbuh menjalar setinggi 3 sampai 6 meter. Disamping itu, penggemar bunga Alamanda meyakini kalau bunga yang berwarna kuning ini dapat dipakai sebagai penolak bala jika ditanam di halaman rumah dan daunnya dapat menyembuhkan kolig perut atau penyakit disentri.
Bagiku Alamanda merupakan rumah matahari terbit, karena menghadap langsung ke arah timur, arah terbitnya matahari. Aku suka berdiri dibalkon lantai tiga menikmati sinar mentari pagi, menyaksikan layang-layang dikala musim panas, melihat camar pulang ke sarang dikala sore, dan melihat bintang dikala malam hari serta bulan dikala purnama. Bahkan aku betah duduk berlama-lama dipojok kiri balkon, sambil membuat tugas kuliah, menulis diari, membaca dan menghafal.
Uniknya hampir semua penghuni Alamanda menganggap Alamanda sebagai rumah kedua mereka setelah rumah orang tua tercinta. Disini kami merasa keakraban persahabatan yang indah, walaupun dibumbui dengan perbedaan yang memunculkan pertengkaran kecil. Tapi ini semua tak mampu melunturkan kenangan manis kami selama tinggal di Alamanda. Sehingga tak berlebihan jika aku menamai tempat ini sebagai “My Paradise Alamanda”.
Rabu, Desember 03, 2008
Tentang Nama Blok
Alhamdulillah, akhirnya aku mendapatkan kesempatan untuk membuat blok. Sebenarnya sudah lama aku berencana untuk membuat blok tapi karena belum ada waktu luang, jadi sekarang barulah aku menemukan momen yang tepat. Aku memiliki hobi menulis sejak dari SLTP, tapi selama ini tulisanku belum pernah dipublikasikan hanya untuk konsumsi pribadi yang tersimpan didalam catatan harian. Rencananya blok ini nanti akan menjadi wadah untuk melatih, mengasah dan mempublikasikan tulisan-tulisanku itu.
Aku memilih nama blok ini My Paradise Alamanda, ini terinspirasi dari nama fs Endang--teman dan adik yang sama tinggal di Alamanda. Semula aku mau memberi nama baiti jannati (rumahku surgaku), tapi aku terlanjur jatuh cinta dengan nama yang sekarang "my paradise alamanda (surgaku alamanda)". Ini supaya aku tidak melupakan tempat bersejarah dalam hidupku.
Alamanda adalah tempat yang akan tetap aku kenang sepanjang usiaku, Insya Allah. Inilah tempat aku menemukan jawaban pertanyaanku untuk diriku, tentang siapakah aku ?
Aku memilih nama blok ini My Paradise Alamanda, ini terinspirasi dari nama fs Endang--teman dan adik yang sama tinggal di Alamanda. Semula aku mau memberi nama baiti jannati (rumahku surgaku), tapi aku terlanjur jatuh cinta dengan nama yang sekarang "my paradise alamanda (surgaku alamanda)". Ini supaya aku tidak melupakan tempat bersejarah dalam hidupku.
Alamanda adalah tempat yang akan tetap aku kenang sepanjang usiaku, Insya Allah. Inilah tempat aku menemukan jawaban pertanyaanku untuk diriku, tentang siapakah aku ?
Langganan:
Postingan (Atom)